Popular Posts

Tokoh KAHMI Serukan Persatuan, Keadilan, dan Semangat Kebangsaan di Halal Bihalal Nasional

 

DETIK65.COM, Jakarta – Silaturahmi Kebangsaan dan Halal Bihalal KAHMI yang berlangsung di Gedung Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT), Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026), menjadi momentum penting bagi para tokoh nasional dan alumni HMI untuk memperkuat komitmen menjaga persatuan bangsa, keadilan sosial, serta nilai-nilai kebangsaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Koordinator Majelis Nasional (MN) KAHMI, Abdullah Puteh, Wakil Menteri Desa dan PDT RI Ahmad Riza Patria, serta Ketua Dewan Etik MN KAHMI sekaligus Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla.

Dalam sambutannya, Abdullah Puteh menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar karena dibangun di atas keberagaman. Menurutnya, semangat persatuan harus terus dirawat di tengah berbagai tantangan nasional maupun global.

“Tema merawat persatuan Indonesia untuk kedamaian dunia bukan sekadar slogan, tetapi amanah sejarah yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

Ia menyebut keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama bukan ancaman bagi bangsa, melainkan fondasi yang memperkuat Indonesia apabila dikelola dengan baik.

Abdullah Puteh juga mengingatkan pentingnya menjaga cita-cita perjuangan HMI dalam melahirkan insan akademis yang mampu menjadi pencipta perubahan sekaligus pengabdi bagi masyarakat.

Sementara itu, Ahmad Riza Patria menyoroti semangat kader HMI dan KAHMI yang dinilainya selalu aktif dalam kehidupan sosial, intelektual, maupun politik nasional.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, ia mengungkapkan bahwa HMI dan KAHMI dikenal sebagai organisasi yang tidak pernah kehilangan gagasan serta semangat kritis terhadap kebijakan publik.

“HMI dan KAHMI itu selalu hidup dengan ide, gagasan, aktivitas, dan semangat perjuangan yang luar biasa,” katanya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu juga berseloroh bahwa kader HMI tidak hanya aktif berdiskusi, tetapi juga kerap turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi.

“Kalau sudah jadi pejabat, ya harus siap dikritik adik-adik HMI sendiri. Itu bagian dari demokrasi,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Dalam kesempatan yang sama, Jusuf Kalla menyampaikan refleksi panjang mengenai perjalanan pengabdiannya di HMI yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Menurut JK, kekuatan terbesar HMI bukan hanya pada jaringan organisasinya, tetapi pada ikatan persaudaraan yang terus terjaga lintas generasi.

“Sudah 66 tahun saya menjadi anggota HMI, tetapi hubungan persaudaraan itu tetap terasa sampai hari ini,” ungkapnya.

Ia menilai bangsa Indonesia membutuhkan lebih banyak inovasi dan kreativitas agar mampu menghadapi tantangan global dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Jusuf Kalla menekankan pentingnya nilai keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mengingatkan bahwa kata “adil” disebut dua kali dalam Pancasila, yang menunjukkan besarnya perhatian para pendiri bangsa terhadap keadilan sosial.

“Keadilan ekonomi, keadilan hukum, dan keadilan dalam pengelolaan negara adalah syarat utama kemajuan bangsa,” tegasnya.

Menurut JK, pemerintah dari tingkat desa hingga pusat harus memastikan prinsip keadilan benar-benar dirasakan masyarakat agar pembangunan berjalan secara berkelanjutan dan tidak menimbulkan ketimpangan sosial.

Acara Halal Bihalal KAHMI tersebut berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan. Selain menjadi ajang silaturahmi lintas generasi kader HMI, kegiatan itu juga menjadi ruang refleksi kebangsaan dalam memperkuat persatuan, demokrasi, dan komitmen menjaga Indonesia yang damai dan berkeadilan.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *