Popular Posts

Muhammad Riza DPD KNTI Jakarta Utara: HUT KNTI Ke-17 Jadi Momentum Perjuangan Hak Nelayan Pesisir

DETIK65.COM, Jakarta, 14 Mei 2026 — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) yang digelar di Kampung Nelayan Cilincing, Jakarta Utara, dijadikan momentum untuk memperkuat perjuangan masyarakat nelayan dalam mempertahankan ruang hidup, wilayah tangkap, dan hak-hak masyarakat pesisir.

Hal tersebut disampaikan Muhammad Riza dari Biro Kesekretariatan DPD KNTI Jakarta Utara saat diwawancarai awak media di sela kegiatan HUT KNTI ke-17, Kamis (14/5/2026).

Menurut Muhammad Riza, kegiatan perayaan HUT KNTI tahun ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan ruang konsolidasi perjuangan nelayan tradisional yang saat ini menghadapi berbagai tekanan pembangunan kawasan pesisir.

“Perayaan ini bukan hanya unsur perayaan semata, tetapi bagaimana kami menyampaikan kepada pemerintah terkait keberpihakan terhadap nelayan. Hari ini ruang hidup dan ruang dialog nelayan semakin sempit,” ujar Muhammad Riza.

Ia menilai pembangunan kawasan pesisir di Jakarta masih banyak yang belum melibatkan masyarakat nelayan sebagai pihak utama yang terdampak langsung.

Menurutnya, nelayan tradisional sering kali tidak diajak berdialog dalam proses pembangunan yang berlangsung di wilayah pesisir dan laut Jakarta.

“Kami melihat nelayan dan masyarakat pesisir sering tidak dilibatkan oleh pengembang ataupun pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap pembangunan kawasan pesisir,” katanya.

Muhammad Riza menjelaskan bahwa DPD KNTI Jakarta Utara terus mendorong program pembangunan kampung nelayan sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

Beberapa program yang didorong antara lain revitalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pendataan hasil tangkapan nelayan, pengembangan wisata pesisir, hingga penguatan UMKM masyarakat nelayan agar mampu berkembang dan bersaing.

“Kami berharap kampung nelayan di Jakarta memiliki penguatan ekonomi berbasis budaya masyarakat pesisir, pariwisata, dan UMKM yang dapat berkembang,” ujarnya.

Selain itu, KNTI Jakarta Utara juga terus melakukan berbagai langkah advokasi terhadap persoalan yang dihadapi nelayan tradisional, termasuk menyuarakan penolakan terhadap kebijakan atau proyek yang dinilai mengancam ruang tangkap nelayan.

“Kami melakukan aksi di laut, menyampaikan aspirasi ke DPR RI, dan terus bergerak memperjuangkan hak-hak nelayan yang terancam akibat pembangunan kawasan pesisir,” kata Muhammad Riza.

Ia juga menyebut rangkaian kegiatan HUT KNTI ke-17 sebelumnya diawali dengan Akademi Kepemimpinan Bahari yang dilaksanakan selama tiga hari di Buperta Cibubur dan diikuti perwakilan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan solidaritas gerakan nelayan nasional.

“Teman-teman dari berbagai daerah hadir dalam rangka memperkuat konsolidasi dan solidaritas perjuangan masyarakat nelayan,” katanya.

Muhammad Riza berharap masyarakat nelayan di seluruh wilayah pesisir Jakarta dapat terus bersatu menghadapi berbagai bentuk ketimpangan dan tekanan terhadap masyarakat pesisir.

“Kami ingin nelayan dari Kamal Muara hingga pesisir timur Jakarta tetap bersatu menolak segala bentuk penindasan terhadap masyarakat nelayan dan pesisir. Perjuangan ini harus dilakukan secara bersama-sama,” tegasnya.

Perayaan HUT KNTI ke-17 berlangsung dengan berbagai agenda mulai dari diskusi publik, pemotongan tumpeng, parade perahu hias, hiburan rakyat, hingga kegiatan sosial bagi masyarakat nelayan di Jakarta Utara.

Momentum tersebut menjadi simbol penguatan perjuangan nelayan tradisional dalam menjaga keberlanjutan wilayah pesisir, mempertahankan hak masyarakat maritim, dan memperjuangkan kedaulatan laut Indonesia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *