Popular Posts

Bamus Betawi Minta Musium Tekstil Dilestarikan Secara Fisik dan Pengetahuan

Jakarta, Detik65.com – Guna menumbuhkan semangat dan cinta terhadap budaya yang ada di Jakarta, Bamus Betawi bersama sejumlah pimpinan ormas Betawi melakukan kunjungan ke Museum Tekstil yang berlokasi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (24/10/2026).

Bendahara Umum Bamus Betawi, Farida yang mewakili Ketua Umum Bamus Betawi menyampaikan apresiasi kepada pimpinan ormas Betawi yang telah berpartisipasi hadir dalam kegiatan kunjungan ke tempat bersejarah sebagai cagar budaya yaitu Museum Tekstil.

“Kunjungan ke Museum Tekstil ini untuk menambah wawasan dan pengetahuan dari museum ini sehingga menambah rasa cinta terhadap budaya yang ada di Jakarta dan semangat untuk menjaga dan merawatnya,” ujar Farida.

Ia menyampaikan pesan dari Ketua Umum Bamus Betawi bahwa terselenggaranya kegiatan ini diharapkan menambah semangat untuk menjaga kekompakan dan memajukan Bamus Betawi.

Humas Museum Tekstil, Fahri menyambut baik kunjungan jajaran pengurus Bamus Betawi dan sejumlah pimpinan ormas Betawi ke Museum Tekstil.

“Kami sangat senang dan mengucapkan terimakasih kepada Bamus Betawi atas terselenggaranya kegiatan di museum tekstil ini.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki integritas dan visioner ketika budaya Betawi dihadapkan dengan sejarah museum. “Kami mengajak belajar bersama untuk mengenal budaya-budaya tekstil di Indonesia. Semoga Bamus Betawi bisa mememberikan dampak positif bagi warga Betawi,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Bamus Betawi, Anas Ma’ruf mengingatkan bahwa melihat Museum Tekstil dalam perspektifnya tidak hanya sebagai benda mati, tetapi harus dilihat dari peristiwa sejarahnya.

Menurutnya, keberadaan museum tekstil harus dilihat sebagai kumpulan nilai-nilai yang akan selalu dikontektualisasikan dengan kondisi kekinian. Sebagai saksi sejarah dari perjalanan panjang Batavia, Bamus Betawi terinspirasi untuk mengembangkan Batik Betawi dengan mengirimkan orang untuk belajar dan berlatih membuat batik sebagai kekayaan budaya yang harus digali oleh generasi muda.

“Ada beberapa tantangan yang harus kita lakukan yaitu melestarikan secara fisik dan pengetahuan yang ada didalamnya dengan cara mengirim anak-anak kita untuk belajar batik,” ungkap Anas.

Rendra, salah satu narasumber dalam acara tersebut menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sejarah dan budaya. Ironisnya, generasi muda masih banyak yang belum faham akan sejarah dan budayanya sendiri.

“Di era digital saat ini, anak kita belum banyak faham akan sejarah dan budaya yang begitu kaya. Oleh karena itu, keberadaan Museum Tekstil ini harus dijadikan sebagai museum yang memiliki ide, dan harus direvitalisasi sebagai ruang belajar,” tuturnya.

Sementara itu, Pengamat Budaya Betawi, Syarif Hidayatullah menilai bahwa kehadiran musium adalah sesuatu hal yang penting karena dari musium itu kita tahu darimana kita berasal.

“Upaya pemerintah yang telah memberikan jalan dan memfasilitasi untuk membangun literasi dan peradaban harus disambut baik. Kalau kita belajar literasi, banyak yang belajar dari batik solo. Bagi orang Betawi, belajar batik dilakukan untuk mengekspresikan tentang budayanya melalui media batik,” tutupnya. (DBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *