JAKARTA, DETIK65.COM – Setelah lama tak membintangi film laga, aktris Atiqah Hasiholan kembali ke layar lebar dengan peran paling menantang sepanjang kariernya. Ia akan memerankan Laksamana Keumalahayati dalam film aksi fantasi Pasukan 1000 Janda yang akan rilis di bioskop pada 12 November 2026.
Bukan sekadar drama kerajaan, film garapan sutradara Archie Hekagery ini menampilkan Atiqah sebagai komandan dari seribu janda Aceh yang memilih mengangkat pedang setelah ditinggal gugur suami mereka di Selat Malaka.
Transformasi Total Atiqah: Dari Drama ke Medan Perang
Untuk peran ini, Atiqah menjalani pelatihan fisik intensif selama tiga bulan. Mulai dari latihan pedang Aceh (Peudeung), berkuda, hingga dialek Aceh pesisir.
“Ini bukan film janda yang menangis. Ini tentang seribu perempuan yang mengubah air mata jadi senjata. Saya harus belajar bagaimana seorang ibu, seorang istri yang berduka, bisa berubah jadi seorang laksamana yang ditakuti armada Belanda,” kata Atiqah dalam konferensi pers di Jakarta.
Atiqah didampingi oleh Cut Mini Theo, Fergie Brittany sebagai prajurit muda Dahlia, serta aktor Belanda Ron Smoorenburg yang berperan sebagai Cornelis de Houtman. Ada juga Emil Kusumo sebagai Mahmuddin dan dua bintang muda Muzakki Ramdhan dan Syaura Salsabila.
Kenapa Harus 1000 Janda? Fakta di Balik Istilah Inong Balee
Banyak yang mengira judulnya provokatif. Faktanya, istilah ini punya akar historis yang kuat:
Pasukan yang dibentuk Malahayati di tahun 1590-an memang diisi para perempuan yang suaminya gugur melawan penjajah. Dalam bahasa Aceh, mereka disebut Inong Balee, yang artinya janda yang ditinggal mati syahid. Jumlahnya saat itu ditaksir mencapai 2.000 orang dan bermarkas di Benteng Inong Balee, Krueng Raya.
Sutradara Archie Hekagery memilih angka 1000 sebagai simbolik, bukan hitungan literal.
“Kami ingin mengembalikan marwah kata janda. Di Aceh tahun 1599, janda bukan kelompok lemah. Mereka adalah pasukan elit penjaga selat,” jelas Archie.
Film Aksi Perempuan Pertama dengan Skala Maritim
Berbeda dengan film kolosal Indonesia yang biasanya fokus pada kerajaan Jawa, Pasukan 1000 Janda menjadi film pertama yang mengangkat pertempuran laut Selat Malaka dengan full practical effect.
Produser Yuda Wirafianto dan Mifta Nur Rizki menyebut produksi ini melibatkan 300 perempuan asli Aceh sebagai extras, bukan stuntwoman impor. Mereka dilatih formasi perang tradisional Aceh untuk menciptakan koreografi perang yang otentik.
Film ini akan menjadi pembuka untuk semesta pahlawan perempuan nusantara. Jika versi pertama menekankan akurasi sejarah, versi ini menekankan female power dan sisterhood.
Jadwal Tayang
Pasukan 1000 Janda tayang mulai 12 November 2026. Rating 13+ aman untuk ditonton bersama keluarga dan menjadi materi edukasi alternatif tentang emansipasi perempuan Indonesia yang sudah ada 4 abad lalu.(Ymn)