Popular Posts

Ketua Umum DPP GMPD Wahyu Irawan: Desa Adalah Fondasi Pembangunan dan Pemuda Harus Menjadi Wadah Perjuangan yang Berkelanjutan

DETIK65.COM, Jakarta – Gerakan Muda Pemerhati Desa (GMPD) secara resmi menggelar acara pelantikan dan pengukuhan pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) yang dirangkaikan dengan Seminar Kebangsaan bertema “Desa, Tanah Ulayat, dan Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045”. Acara ini diselenggarakan di Aula Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT), Jakarta, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP GMPD, Wahyu Irawan, S.Pd.I., M.M., menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian atau pengukuhan kepengurusan semata, melainkan sebuah momentum penting untuk meneguhkan komitmen, memperkuat persatuan, serta membangun semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Gerakan Muda Pemerhati Desa ini harus sebagai wadah perjuangan pemuda yang peduli, kritis, solutif, dan berorientasi pada kemajuan desa,” ujar Wahyu Irawan.

Ia juga menegaskan kembali bahwa desa merupakan fondasi pembangunan nasional yang mencakup kekuatan sumber daya manusia, ekonomi, kebudayaan, serta nilai-nilai gotong royong yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kemajuan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kemajuan desa, di mana kaum muda harus mengambil peran nyata dalam mendorong pembangunan desa yang berkeadilan, transparan, partisipatif, dan berkelanjutan.

Jabatan Adalah Amanah dan Panggilan Pengabdian

Kepada seluruh jajaran pengurus DPP GMPD yang baru dilantik, Wahyu berpesan agar jabatan dipahami sebagai sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, loyalitas terhadap organisasi, serta berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Ia mengajak seluruh pengurus untuk menanggalkan ego sektoral serta perbedaan kepentingan yang dapat melemahkan persatuan organisasi. Segenap jajaran kepengurusan juga diingatkan untuk senantiasa menjaga nama baik organisasi, memperkuat solidaritas, dan menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan demi memajukan desa serta berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

Sementara itu Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamen Desa dan PDT) Reza Patria menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Beliau menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan momentum penting untuk meneguhkan komitmen, memperkuat persatuan, serta membangun semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Gerakan Muda Pemerhati Desa harus hadir sebagai wadah perjuangan pemuda yang peduli, kritis, solutif, dan berorientasi pada kemajuan desa. Kita menyadari bahwa desa merupakan fondasi pembangunan nasional — tempat bersemayamnya sumber daya manusia, kekuatan ekonomi, kekayaan budaya, serta nilai-nilai gotong royong. Kemajuan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kemajuan desa,” ujar Wamen Desa dan PDT dalam amanatnya.

Wamen juga berpesan kepada pengurus DPP GMPD yang baru dilantik agar menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan loyalitas.

Seluruh jajaran pengurus diimbau untuk mengesampingkan ego sektoral maupun perbedaan kepentingan demi mengutamakan kemajuan desa dan kepentingan masyarakat luas.

Sinergi Strategis Akademis dan Kepemudaan

Sebagai langkah nyata dalam mendukung penguatan kapasitas SDM dan tata kelola desa, rangkaian acara ini juga diwarnai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara DPP GMPD dengan Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI.

Penandatanganan nota kerja sama ini dilakukan secara langsung oleh Ketua Umum DPP GMPD, Wahyu Irawan, S.Pd.I., M.M., bersama Rektor Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI, Prof. Dr. Silviana Purwanti, S.H., M.Si., serta disaksikan oleh Dr. Drs. Amran, M.T..

Melalui kerja sama ini, diharapkan lahir kolaborasi strategis antara pemuda pemberdaya desa dan dunia akademis dalam mendorong pembangunan desa yang berkeadilan, transparan, partisipatif, dan berkelanjutan menuju terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *