Popular Posts

Kementerian PKP Bangun Rusun Manggarai, 1.232 Unit Hunian Terintegrasi Transportasi Umum

DETIK65.COM, JAKARTA — Pemerintah akan memulai pembangunan rumah susun (rusun) di sekitar Stasiun Manggarai, Jakarta, melalui konsep Transit Oriented Development (TOD). Proyek hunian vertikal tersebut dijadwalkan memasuki tahap groundbreaking pada Jumat (21/8).

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan dirinya telah meninjau lokasi pembangunan rusun yang berdiri di atas aset tanah milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.

“Groundbreaking di Manggarai hari Jumat. Saya sudah survei dua hari lalu,” kata Maruarar di Jakarta Selatan, Rabu (19/8).

Proyek ini mengusung konsep TOD dengan mengintegrasikan kawasan hunian dengan transportasi publik dan pusat kegiatan masyarakat. Lokasinya berada di Blok F dan Blok G Kawasan Stasiun Manggarai.

Lahan yang digunakan merupakan aset tanah berstatus Hak Pakai PT KAI dengan total luas pengembangan sekitar 21.939 meter persegi. Blok F memiliki luas sekitar 15.014 meter persegi, sedangkan Blok G mencapai sekitar 6.925 meter persegi.

Dari sisi tata ruang, lokasi proyek berada dalam Zona Perumahan Kepadatan Sangat Tinggi (R-1) yang memungkinkan pembangunan hunian vertikal.

Desain bangunan juga mempertimbangkan aspek keselamatan dan ketentuan KKOP. Ketinggian maksimal bangunan ditetapkan 151 meter, dengan KDB maksimal 55 persen dan KLB maksimal 11. Jumlah lantai bangunan dirancang hingga 36 lantai.

Keunggulan lain proyek ini terletak pada konektivitasnya. Hunian hanya berjarak sekitar 400 meter dari Stasiun Manggarai dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar empat menit.

Pemerintah juga merancang kawasan tersebut dengan dukungan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang berada dalam radius sekitar tiga kilometer.

Sebanyak 1.232 unit hunian akan dibangun dalam tiga menara utama. Selain hunian, tersedia 150 unit ruang ritel yang terdiri dari 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F.

Terdapat tiga pilihan tipe hunian. Tipe 28 atau studio berukuran sekitar 28 meter persegi dengan satu kamar tidur, satu kamar mandi, dan ruang tamu.

Tipe 36 berukuran sekitar 36 meter persegi dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan ruang tamu. Adapun Tipe 45 memiliki luas sekitar 45 meter persegi dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan ruang keluarga.

Dari sisi pembiayaan, hunian akan didukung skema FLPP dengan suku bunga 6 persen dan tenor hingga 40 tahun.

Tahap pertama pembangunan Blok G ditargetkan dimulai pada Agustus 2026. Setelah itu, pembangunan Blok F direncanakan menyusul pada Oktober 2026.

Proyek rusun berbasis TOD ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan hunian vertikal yang memiliki akses langsung terhadap transportasi umum sekaligus mendukung penataan kawasan perkotaan di Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *