1
1
DETIK65.COM, Jakarta – Kejuaraan Bulutangkis Kapolri Cup 2026 resmi digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Turnamen yang berlangsung pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026 ini menjadi salah satu upaya Polri mendukung pembinaan atlet sekaligus memperkuat semangat olahraga yang inklusif di Indonesia.
Mengusung tema “Membangun Prestasi untuk Negeri”, kejuaraan akan dilaksanakan di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), GOR Duren Sawit, dan GOR Kecamatan Pondok Bambu, Jakarta. Ribuan peserta dari berbagai kategori dipastikan ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Ketua Seksi Humas dan Dokumentasi Bulutangkis Kapolri Cup 2026, Irjen Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, mengatakan penyelenggaraan turnamen ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat melalui olahraga.
Menurutnya, selain menjadi arena kompetisi, Kapolri Cup juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial, memperkuat pembinaan usia dini, sekaligus menumbuhkan nilai sportivitas dan kebersamaan.
“Penyelenggaraan kejuaraan ini menjadi ruang kolaborasi antara Polri, masyarakat, organisasi olahraga, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun prestasi olahraga nasional,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Polri menggandeng Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Kerja sama tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga tidak hanya menyasar atlet reguler, tetapi juga memberikan kesempatan yang sama bagi atlet penyandang disabilitas.
Kategori yang dipertandingkan meliputi kelompok usia U-15, U-17, dan U-19, kategori beregu Polri yang diikuti kontingen dari Polda dan satuan kerja Mabes Polri, serta kategori khusus penyandang disabilitas.
Sebanyak 591 atlet kelompok usia dari 91 klub bulutangkis akan bersaing memperebutkan gelar juara. Sementara kategori Polri diikuti 558 peserta yang tergabung dalam 62 regu.
Adapun kategori disabilitas diikuti 70 atlet dari 10 provinsi. Mereka akan bertanding pada sejumlah nomor sesuai klasifikasi, mulai dari wheelchair, standing lower, standing upper hingga short stature.
Sekretaris Jenderal NPCI, Ukun Rukaendi, mengapresiasi langkah Polri yang membuka kesempatan bagi atlet penyandang disabilitas tampil dalam kejuaraan berskala nasional.
Menurutnya, keikutsertaan para atlet tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong kesetaraan sekaligus memperlihatkan kepada masyarakat bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan untuk berprestasi dan mengharumkan nama bangsa melalui olahraga.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBSI Ricky Soebagdja menilai kejuaraan seperti Kapolri Cup memiliki peran penting dalam proses pembinaan atlet. Kompetisi dinilai menjadi sarana mengasah mental bertanding, meningkatkan kualitas permainan, serta mempersiapkan atlet menuju level yang lebih tinggi.
Seluruh pertandingan menggunakan sistem gugur. Para juara nantinya akan menerima medali, piala, sertifikat, dan uang pembinaan sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih.
Selain menyajikan pertandingan, panitia juga menyiapkan berbagai hiburan yang dapat dinikmati masyarakat selama kejuaraan berlangsung. Dengan demikian, Kapolri Cup 2026 diharapkan tidak hanya menjadi pesta olahraga, tetapi juga mempererat hubungan Polri dengan masyarakat serta memperkuat budaya hidup sehat dan sportif di Indonesia.***