1
1
Jakarta, Detik65.com – Program bedah rumah bagi warga terdampak bencana kembali dijalankan di Lingkungan Ciracas, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Program ini menyasar rumah warga yang mengalami kerusakan parah hingga roboh akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi beberapa waktu lalu.
Peristiwa tersebut menyebabkan sedikitnya dua rumah warga di RT 10 RW 06 serta beberapa rumah lain di RW 03 mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak huni. Kondisi bangunan yang rapuh dengan dinding berbahan kayu dan atap yang bocor memperparah dampak saat bencana terjadi.
Ketua RW 06, Wahyu, bersama Ketua RT 10, Dedeng Sulaeman, menjelaskan bahwa pihaknya segera melaporkan kondisi tersebut ke kelurahan setempat. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pengajuan bantuan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang dikelola Baznas Bazis DKI Jakarta dan Dinas Sosial DKI Jakarta.
“Begitu kejadian, kami langsung bergerak cepat mengajukan bantuan. Alhamdulillah prosesnya berjalan dan kini sudah masuk tahap pembangunan,” ujar Wahyu kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).
Proses konstruksi dimulai sejak akhir April 2026 dan saat ini telah memasuki tahap pembangunan pondasi dan struktur dinding. Pengerjaan dilakukan oleh tim bedah rumah dengan melibatkan partisipasi warga sekitar melalui gotong royong.
Wahyu menekankan bahwa program ini tidak sekadar memberikan bantuan fisik berupa hunian baru, tetapi juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial di tingkat komunitas.
“Kegiatan ini adalah bentuk kehadiran nyata RT, RW, Baznas, dan Dinas Sosial di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan warga yang tertimpa musibah tidak merasa sendirian,” kata dia.
Ia berharap pembangunan dapat rampung dalam waktu dekat sehingga rumah tersebut bisa segera dihuni kembali oleh keluarga penerima manfaat.
Pemilihan penerima bantuan, lanjut Wahyu, didasarkan pada kondisi ekonomi dan tingkat kerusakan rumah. Warga yang menerima bantuan diketahui bekerja serabutan dengan penghasilan tidak tetap, sehingga tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki rumah secara mandiri.
“Kami sangat berterima kasih kepada Baznas Bazis Jakarta Timur yang telah membantu warga kami mendapatkan hunian yang layak,” ujarnya.
Di sisi lain, warga penerima bapak Jauhari dan ibu Asih bantuan mengaku bersyukur atas program tersebut. Ia mengungkapkan kesulitan ekonomi selama ini membuatnya tidak mampu memperbaiki rumah yang rusak.
“Saya kerja serabutan, penghasilan tidak tentu. Untuk makan saja kadang pas pasan. Alhamdulillah sekarang rumah sedang dibangun, terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu,” tuturnya.
Program bedah rumah ini diharapkan tidak hanya memulihkan kondisi fisik hunian warga, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat rentan di wilayah tersebut. (Berlian)