1
1
DETIK65.COM, Jakarta – Sejumlah kepala negara dan pemerintahan dari berbagai kawasan dunia berkumpul di Washington, D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026) waktu setempat, dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).
Forum ini digelar untuk mengawal implementasi dan keberlanjutan gencatan senjata di Gaza sekaligus merumuskan langkah konkret menuju stabilitas jangka panjang di wilayah tersebut.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tampak hadir mengenakan setelan jas abu-abu dengan peci hitam. Ia berdiri di sisi kanan barisan para pemimpin dunia dan terlihat berdekatan dengan Presiden Argentina, Javier Milei, sambil menunggu kedatangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Setibanya di lokasi, Trump langsung menyalami para kepala negara yang telah hadir, termasuk Prabowo. Momen hangat terlihat ketika kedua pemimpin saling tersenyum saat berjabat tangan. Setelah itu, seluruh delegasi melakukan sesi foto bersama sebelum memasuki ruang utama untuk memulai agenda resmi.
Kehadiran Prabowo dalam forum tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif mendorong penyelesaian damai konflik internasional, khususnya isu Palestina.
Sehari sebelumnya, dalam Indonesia–US Business Summit di markas besar U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C., Prabowo menekankan bahwa Indonesia konsisten mendukung upaya perdamaian di Gaza.Ia menyampaikan bahwa pertemuan Board of Peace merupakan forum resmi pertama yang dibentuk untuk memastikan keberlanjutan gencatan senjata dan membuka jalan menuju solusi yang adil dan permanen bagi Palestina.
Menurutnya, Indonesia akan terus mengambil peran konstruktif dalam setiap mekanisme internasional yang bertujuan menciptakan stabilitas kawasan.Board of Peace dibentuk sebagai mekanisme internasional transisional berbasis mandat Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025).
Dewan ini diharapkan menjadi pengawal proses stabilisasi pascakonflik sekaligus menjembatani upaya rekonstruksi yang menghormati hukum internasional serta hak-hak rakyat Palestina.Indonesia juga sebelumnya menyatakan kesiapan prinsip untuk berkontribusi dalam International Stabilization Force (ISF), dengan catatan adanya mandat yang jelas, parameter operasional yang disepakati bersama, serta selaras dengan hukum internasional dan ketentuan nasional Indonesia.
Selain itu, pemerintah menegaskan dukungan terhadap rekonstruksi dan stabilisasi jangka panjang Gaza, sejalan dengan visi Solusi Dua Negara sebagai jalan keluar yang berkeadilan dan berkelanjutan.Partisipasi aktif Indonesia dalam forum ini sekaligus mempertegas komitmen konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.***