Popular Posts

Festival Akulturasi Betawi-Tionghoa, Perkuat Persatuan dan Dorong UMKM Lokal

 

DETIK65.COM , Jakarta – Keberagaman budaya yang menjadi ciri khas Jakarta kembali ditampilkan dalam Festival Akulturasi Budaya Betawi-Tionghoa yang digelar di kawasan Kampoeng Pandawa Kamal, Jakarta Barat. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan masyarakat lintas etnis sekaligus sarana memperkuat semangat kebersamaan di tengah kehidupan perkotaan yang semakin dinamis.

Tokoh Masyarakat Betawi sekaligus Ketua FBR Jakarta Barat, Jamil, mengatakan bahwa budaya Betawi tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang percampuran berbagai etnis yang datang ke Batavia sejak ratusan tahun lalu.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa keberagaman yang ada saat ini merupakan fondasi lahirnya budaya Betawi yang dikenal terbuka dan inklusif.

“Betawi terbentuk dari berbagai unsur budaya, mulai dari Tionghoa, Arab, India, Jawa hingga Sunda. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini menjadi penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi diperlakukan menjadi kekuatan bersama,” ujar Jamil, Minggu (21/6/2026).

Ia menilai festival budaya dapat menjadi alternatif positif bagi masyarakat untuk menikmati hiburan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.

“Kita ingin menghadirkan suasana yang penuh kegembiraan. Masyarakat saat ini membutuhkan ruang untuk berkumpul, berinteraksi, dan menikmati kebudayaan yang menjadi identitas Jakarta,” katanya.

Jamil berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda tahunan yang lebih besar dengan melibatkan berbagai komunitas budaya di seluruh nusantara.

“Insya Allah ke depan bukan hanya Betawi dan Tionghoa. Kita ingin menghadirkan budaya dari berbagai daerah di Indonesia sehingga masyarakat bisa saling mengenal dan satu menghargai sama lain,” tambahnya.

Tak hanya menghadirkan pertunjukan budaya, festival tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya kepada masyarakat. Menurut Jamil, keberadaan UMKM harus terus didukung karena memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian warga.

“Kami ingin kegiatan budaya juga memberikan manfaat ekonomi. Karena itu UMKM harus dilibatkan agar bisa merasakan masyarakat dampak langsung dari acara yang diselenggarakan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Jamil mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta pemerintah wilayah yang dinilai konsisten mendukung kegiatan masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga menjadi faktor penting dalam menjaga situasi Jakarta tetap aman dan kondusif.

Sementara itu, Tim Hukum FBR Jakarta Barat, Iwan Pratama Susanto, menegaskan bahwa Festival Akulturasi Budaya Betawi-Tionghoa merupakan bentuk nyata upaya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang budaya bukan penghalang untuk bersatu. Justru keberagaman itulah yang menjadi kekayaan Jakarta dan harus dijaga bersama,” ujarnya.

Iwan menilai inisiatif yang dilakukan FBR Jakarta Barat patut diapresiasi karena mampu menghadirkan ruang interaksi yang positif bagi masyarakat.

“Ketika masyarakat berkumpul dalam suasana kebudayaan, rasa persaudaraan akan tumbuh dengan sendirinya. Dari situlah lahir kekompakan dan semangat menjaga lingkungan bersama,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam membangun harmoni sosial melalui pendekatan budaya.

Festival Akulturasi Budaya Betawi-Tionghoa di Tegal Alur menjadi bukti bahwa budaya tidak hanya berfungsi sebagai warisan sejarah, tetapi juga menjadi jembatan yang mempererat hubungan antarwarga. Melalui kebersamaan dan semangat gotong royong, masyarakat diajak untuk terus menjaga persatuan serta merawat keberagaman yang menjadi kekuatan utama Jakarta.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *