1
1
DETIK65.COM, JAKARTA — Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) BKPRMI 2026 yang berlangsung di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi pemuda masjid, tetapi juga menghadirkan perhatian besar terhadap perlindungan sosial bagi guru ngaji dan pekerja masjid di seluruh Indonesia.
Dalam wawancara dengan awak media di sela kegiatan Rapimnas, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Agung Nugroho menyampaikan komitmennya untuk mendukung langkah BKPRMI dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para guru ngaji dan pekerja masjid.
Menurutnya, kolaborasi antara BKPRMI dan BPJS Ketenagakerjaan menjadi langkah strategis karena jumlah guru ngaji dan pekerja masjid di Indonesia sangat besar dan memiliki peran penting dalam kehidupan sosial serta pendidikan keagamaan masyarakat.
“Kami melihat ke depan kerja sama ini sangat penting. Guru ngaji, pekerja masjid, marbot, dan seluruh elemen yang mengabdi di lingkungan masjid perlu mendapatkan perlindungan sosial yang layak agar mereka merasa aman dan nyaman dalam menjalankan tugas pengabdiannya,” ujar Agung Nugroho.
Ia menegaskan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan hak seluruh pekerja, baik formal maupun informal, sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi negara.
Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan berharap dukungan dari pemerintah daerah, perusahaan melalui program CSR, hingga masyarakat melalui dana zakat, infak, dan sedekah agar kepesertaan BPJS bagi guru ngaji dapat terus diperluas.
“Harapannya, pemerintah daerah kabupaten dan kota, perusahaan, serta seluruh masyarakat dapat bersama-sama mendukung perlindungan sosial bagi guru ngaji dan pekerja masjid. Ini adalah bentuk perhatian negara terhadap para pekerja keagamaan yang selama ini mengabdi untuk umat,” katanya.
Agung juga menjelaskan bahwa perlindungan BPJS Ketenagakerjaan memberikan manfaat besar, mulai dari jaminan kecelakaan kerja hingga santunan kematian dan beasiswa pendidikan bagi anak peserta.
“Jaminan sosial ketenagakerjaan ini penting agar para guru ngaji dan pekerja masjid memiliki rasa aman saat menjalankan tugasnya di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Baparkas, Azmil Helmi menjelaskan bahwa pihaknya turut mendukung penguatan ekosistem digital bagi pemuda masjid dan guru ngaji melalui pengembangan aplikasi “Gerbang Emas”.
Menurut Azmil, aplikasi tersebut menghadirkan kartu tanda anggota digital berbasis NFT serta sistem terbuka yang memungkinkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BPJS Ketenagakerjaan.
“Aplikasi ini menjadi langkah awal dalam membangun sistem digital yang bisa mendukung keamanan dan kenyamanan guru-guru ngaji serta pengurus masjid. Kami ingin masjid menjadi lebih mandiri dan terintegrasi secara digital,” ujarnya.
Ia mengatakan, Baparkas sebagai pembina aplikasi Gerbang Emas memiliki visi untuk membantu memakmurkan masjid melalui penguatan sistem organisasi, layanan sosial, dan perlindungan bagi para penggerak kegiatan keagamaan.
Rapimnas BKPRMI 2026 sendiri dihadiri perwakilan pengurus dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi momentum penguatan sinergi antara organisasi kepemudaan masjid, pemerintah, serta lembaga strategis dalam memperjuangkan kesejahteraan guru ngaji dan penguatan pendidikan Al-Qur’an di Indonesia.