1
1
DETIK65.COM, Jakarta – Kepergian Guruh Soekarnoputra tak hanya menyisakan duka bagi keluarga besar dan orang-orang terdekatnya. Sosoknya juga meninggalkan kesan mendalam bagi mereka yang pernah berinteraksi dan mengenalnya secara dekat.
Salah satunya Gusdwiyanos, Pengurus INM dan Pengurus ICMI Jakarta. Usai menghadiri pemakaman Guruh Soekarnoputra di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026), Gusdwiyanos mengenang Guruh sebagai sosok yang rendah hati, terbuka bergaul dengan siapa saja, serta memiliki kepedulian besar terhadap orang lain.
Gusdwiyanos mengatakan, dirinya mengenal Guruh dan keluarga besarnya dengan cukup baik. Dari sosok Guruh, ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran mengenai kehidupan, terutama tentang bagaimana seseorang dapat tetap rendah hati sekalipun memiliki posisi dan latar belakang sebagai tokoh nasional.
“Saya kebetulan kenal Mas Guru ini sebagai tokoh dan sebagai pendidik. Saya kenal baik dengan keluarga besar beliau. Beliau mengajarkan kepada kita jiwa rendah hati dan senang bergaul dengan semua orang,” ujar Gusdwiyanos kepada wartawan.
Selain kerendahan hati, kata dia, Guruh juga menanamkan pesan agar setiap orang berusaha melakukan kebaikan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Beliau mengajarkan juga kepada kita, kalau bisa banyak berbuat baik kepada orang banyak dan bermanfaat bagi orang banyak,” tuturnya.
Gusdwiyanos mengaku sejak mendengar Guruh dalam kondisi sakit, dirinya terus berupaya mengetahui perkembangan kesehatan tokoh tersebut. Ia bahkan sempat berusaha mendatangi kediaman Guruh untuk menjenguk.
Namun, keinginan tersebut tidak sempat terlaksana. Guruh lebih dahulu meninggal dunia sebelum dirinya tiba di kediaman almarhum.
“Saya merasa terpanggil. Dari mulai beliau sakit, saya sudah berusaha memantau beliau, bagaimana supaya niat hati saya beliau bisa sembuh seperti semula. Akhirnya saya terpanggil untuk datang ke rumah, tapi tidak keburu,” ungkapnya.
Bagi Gusdwiyanos, sosok Guruh merupakan bagian penting dari perjalanan kehidupan banyak orang. Ia menilai Guruh bukan sekadar dikenal karena karya-karyanya di bidang seni dan budaya, tetapi juga karena nilai-nilai kehidupan yang dibagikannya kepada orang lain.
“Kami merasa kehilangan sosok seorang bapak. Bang Guru ini mengajarkan kepada kita ilmu, pendidikan, sopan santun, budaya, dan lain-lain,” katanya.
Ia pun menyebut Guruh sebagai sosok yang layak menjadi teladan masyarakat dan tokoh nasional. Menurutnya, banyak hal yang telah dilakukan Guruh semasa hidupnya dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Ini saya jadikan contoh teladan, tokoh masyarakat, tokoh nasional,” ujarnya.
Gusdwiyanos juga menilai kepergian Guruh merupakan kehilangan bagi bangsa. Sebab, selama hidupnya Guruh banyak memberikan kontribusi di bidang seni maupun berbagai bidang lainnya.
“Ini adalah sosok kehilangan tokoh nasional bangsa dan banyak berbuat untuk semua orang. Baik di bidang seni, di bidang yang lain-lain,” katanya.
Di tengah suasana duka, Gusdwiyanos menyampaikan doa dan harapan agar keluarga besar Guruh Soekarnoputra diberikan kekuatan untuk menghadapi kehilangan tersebut.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah menghadapi ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, jasa dan kontribusi Guruh telah dirasakan oleh banyak pihak. Karena itu, kenangan terhadap Guruh tidak hanya berada di lingkungan keluarga, tetapi juga melekat pada orang-orang yang pernah mengenal, berinteraksi, dan mendapatkan manfaat dari pemikiran maupun karya-karyanya.
“Kami merasakan semua keuntungan yang kita dapat dari Mas Guru ini, baik langsung atau tidak langsung. Saya kenal baik semua keluarga almarhum,” pungkas Gusdwiyanos.***