Popular Posts

Dekranasda Manokwari Dorong Produk Akar Wangi Tembus Pasar Lebih Luas

DETIK65.COM, Jakarta — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Manokwari terus mendorong pengembangan produk kerajinan lokal berbasis potensi daerah agar memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Salah satu produk yang kini dikembangkan adalah kerajinan berbahan akar wangi atau vetiver. Produk tersebut diolah menjadi berbagai kerajinan rumah tangga, mulai dari tas, taplak, toples hingga karya lukisan.

Ketua Dekranasda Kabupaten Manokwari, Febelina Inou, mengatakan pemanfaatan tanaman vetiver tidak hanya terbatas pada bagian akarnya. Daunnya juga dapat diolah menjadi berbagai produk rumah tangga, sementara bagian akar dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan minyak yang digunakan sebagai bahan terapi.

“Tahun ini kami mengeluarkan produk vetiver atau akar wangi. Akarnya kami tenun dan kemudian dapat dijadikan tas, taplak, toples, bahkan lukisan. Setelah ditenun, produk juga bisa dikembangkan dengan sentuhan lukisan,” kata Febelina saat diwawancarai wartawan di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Febelina, produk-produk kerajinan yang dipamerkan saat ini masih menyasar pasar lokal dan regional. Namun, pihaknya memiliki harapan agar produk kerajinan Manokwari ke depan mampu berkembang hingga pasar nasional dan internasional.

“Untuk saat ini pasar kami masih lokal dan regional. Kami berharap ke depannya produk-produk ini bisa berkembang dan go international,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kualitas produk dan kemampuan para pelaku usaha, Dekranasda Kabupaten Manokwari juga menyiapkan berbagai program pelatihan. Salah satunya melalui peningkatan kerja sama dengan para pengrajin akar wangi dari Garut.

Febelina mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus kualitas produksi para pelaku usaha kerajinan.

“Kami melaksanakan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan kerja sama dengan pengrajin akar wangi dari Garut. Tahun depan juga akan ada pelatihan khusus untuk meningkatkan produk-produk kami,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mendorong produk kerajinan daerah agar mampu memenuhi standar kualitas yang lebih baik.

“Yang kami lakukan bukan hanya meningkatkan sumber daya manusianya, tetapi juga kualitas produksinya. Kami ingin para pelaku usaha terus berkembang dan meningkatkan kualitas produk mereka,” katanya.

Febelina menyebut jumlah pelaku UMKM yang bergerak di sektor kerajinan dan kuliner di Kabupaten Manokwari mencapai sekitar 3.000 pelaku usaha.

Menurutnya, keberadaan para pelaku UMKM tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan apabila mendapatkan pendampingan, promosi, serta peningkatan kualitas secara berkelanjutan.

Karena itu, Dekranasda Manokwari menargetkan produk-produk kerajinan daerah semakin dikenal masyarakat luas. Promosi dinilai penting untuk memberikan motivasi kepada para pelaku UMKM bahwa produk lokal memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.

“Target kami produk-produk ini bisa semakin dikenal. Melalui promosi, kami ingin memotivasi para pelaku UMKM bahwa mereka memiliki produk yang bisa dikembangkan,” tutur Febelina.

Ia berharap peningkatan kualitas melalui proses verifikasi dan pemenuhan standar nasional dapat mendorong para pelaku UMKM semakin percaya diri dalam meningkatkan produksi.

“Kami berharap melalui peningkatan kualitas dan standar nasional, para pelaku UMKM semakin termotivasi untuk meningkatkan produksi mereka,” tambahnya.

Febelina juga mengajak masyarakat yang berkunjung ke pameran untuk melihat sekaligus membeli produk-produk kerajinan yang dibawa Dekranasda Kabupaten Manokwari.

Menurutnya, berbagai produk telah dipersiapkan dengan konsep yang lebih menarik, termasuk dari sisi pengemasan atau packaging, sehingga dapat menjadi pilihan oleh-oleh.

“Kami berharap para pengunjung bisa datang dan membeli produk-produk kami sebagai oleh-oleh. Kami sudah mempersiapkannya secara maksimal, termasuk packaging-nya. Harganya juga terjangkau,” ujar Febelina.

Ia mengatakan sejumlah produk juga telah dimasukkan ke dalam katalog sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengenali dan melihat ragam produk kerajinan yang dikembangkan para pelaku UMKM Manokwari.

“Kami sudah mempersiapkan produk dengan packaging yang baik. Ada taplak, tempat tisu yang juga bisa dikembangkan menjadi hampers, dan berbagai produk lainnya,” katanya.

Febelina berharap pameran dan promosi produk kerajinan tersebut tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan hasil karya masyarakat Manokwari, tetapi juga membuka peluang pasar baru bagi para pelaku UMKM.

“Kami berharap produk-produk ini bisa dibeli dan semakin dikenal. Kami ingin membawa pulang pengalaman dan peluang pasar, bukan membawa pulang produk yang masih tersisa,” pungkasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *