Popular Posts

Bebek Goreng H. Slamet Sukoharjo: Sejarah, Menu, dan Filosofi Uniknya

Sukoharjo, Detik65.com – Siapa sangka usaha kuliner yang kini punya lebih dari 100 cabang di Indonesia ini berawal dari kegagalan. Almarhum H. Slamet Rahardjo sempat 4 kali gagal membangun usaha kuliner sebelum akhirnya sukses dengan Bebek Goreng H. Slamet di Kartasura, Sukoharjo, pada 1986.
Berawal dari gerobak dan menyewa tempat kecil, usaha ini terus berkembang hingga bisa membeli aset sendiri. Kini, selain 100+ cabang di dalam negeri, Bebek Goreng H. Slamet juga sudah memiliki 4 cabang di luar negeri. Setelah almarhum wafat, usaha dilanjutkan oleh anak dan cucu.
“Eyang baru berhasil pada usaha kuliner yang keempat. Dari menyewa, Eyang bisa beli tempat dan terus maju,” ujar Zul, perwakilan generasi penerus.
Filosofi Keseimbangan Surgawi dan Duniawi
Daya tarik utama Bebek Goreng H. Slamet bukan hanya rasanya, tapi juga prinsip yang dipegang. Di kedai pusat Kartasura, resto hanya buka pukul 06.00 WIB setelah Shalat Subuh dan tutup pukul 14.00 WIB.
“Eyang tidak mau mengejar target duniawi. Semua orang butuh waktu ibadah. Ini juga bentuk berbagi rezeki agar kami tidak serakah. Jam 2, teng, tutup,” kata Zul.
Filosofi ini juga diwujudkan lewat kegiatan sosial rutin: hafalan Al-Qur’an di pesantren, santunan anak yatim, khitan massal, hingga pembangunan rumah ibadah. Aturan jam buka ini hanya berlaku di kedai cikal bakal dan tidak wajib di cabang lain.
Pertahankan Cara Tradisional dan Dukung Peternak Lokal
Kedai pusat juga masih mempertahankan cara lama. Tidak ada menu cetak, tidak ada waiter, dan hanya menerima pembayaran tunai. Layanan pesan antar online seperti GrabFood juga tidak tersedia.
“Eyang konservatif soal riba. Kami tidak pakai sistem elektronik di sini,” jelas Zul.
Untuk menjaga cita rasa, Bebek Goreng H. Slamet hanya menggunakan bebek fresh yang dipotong di hari yang sama. Satu cabang ramai bisa habis sekitar 200 ekor bebek per hari. Kebutuhan cabai untuk sambal bahkan mencapai 100 kg lebih per hari.
Rantai pasok ini memberdayakan peternak bebek di Jawa Tengah dan Jawa Barat, petani sayur, pedagang beras, dan cabai.
“Bebek kami disembelih hari itu juga, langsung dijual. Beda dengan resto lain yang pakai sistem frozen,” pungkas Zul.
Hampir 40 tahun berdiri, Bebek Goreng H. Slamet membuktikan bahwa bisnis bisa besar tanpa melupakan nilai ibadah, sosial, dan kualitas.
Info: Kedai pusat Kartasura buka 06.00 – 14.00 WIB. Hanya menerima cash.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *