1
1
DETIK65.COM, Jakarta – Semangat olahraga, edukasi, dan kepedulian terhadap lingkungan berpadu dalam pembukaan Festival Dayung SISPALA Jakarta 2026 yang digelar di kawasan Pintu Air 1 Banjir Kanal Timur (BKT), Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (26/6/2026). Festival yang berlangsung hingga 28 Juni 2026 ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas olahraga, dan masyarakat untuk mendorong berkembangnya olahraga dayung di Ibu Kota.
Pembukaan festival dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Kota Administrasi Jakarta Timur Fauzi, yang hadir mewakili Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Administrasi Jakarta Timur. Turut hadir Anggota DPD RI Provinsi DKI Jakarta sekaligus Dewan Pembina Forum Alumni SISPALA Dailami Firdaus, Camat Duren Sawit Kelik Susanto, Lurah Malaka Sari Sudarna, jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, komunitas olahraga air, serta para peserta dari berbagai sekolah dan organisasi.
Ketua Umum Forum Alumni SISPALA, Adjie Rimbawan, mengatakan Festival Dayung SISPALA merupakan langkah nyata memperkenalkan olahraga air kepada masyarakat luas, khususnya kalangan pelajar dan generasi muda. Menurutnya, olahraga dayung memiliki potensi besar untuk berkembang apabila terus dikenalkan melalui kegiatan yang bersifat edukatif sekaligus kompetitif.
Ia menjelaskan, festival mempertandingkan empat nomor perlombaan, yakni canoe, stand up paddle (SUP), kayak, dan perahu karet. Seluruh peserta tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga mendapatkan pembinaan dari pelatih yang berpengalaman sehingga kegiatan ini menjadi bagian dari proses mencetak atlet-atlet masa depan.
“Tujuan kami bukan hanya menyelenggarakan perlombaan, tetapi membangun kecintaan masyarakat terhadap olahraga air. Dari kegiatan sederhana seperti ini, kami berharap lahir atlet-atlet yang nantinya mampu membawa nama Jakarta bahkan Indonesia di berbagai kejuaraan,” ujarnya.
Festival tahun ini diikuti sekitar 226 peserta. Selain perlombaan, masyarakat juga diajak menyaksikan secara langsung berbagai aktivitas olahraga dayung agar semakin mengenal potensi olahraga air sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus sarana rekreasi.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPD RI Provinsi DKI Jakarta Dailami Firdaus memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan komunitas yang konsisten menggelar kegiatan positif bagi masyarakat.
Menurutnya, Festival Dayung SISPALA bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan sungai dan kawasan perairan. Ia berharap lokasi Pintu Air 1 BKT dapat terus dikembangkan menjadi pusat kegiatan olahraga air sekaligus destinasi wisata berbasis lingkungan.
“Kegiatan seperti ini harus terus didukung. Selain membangun prestasi olahraga, festival ini juga mengajarkan pentingnya menjaga alam. Semoga semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni olahraga dayung dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” katanya.
Sementara itu, Asekbang Kota Administrasi Jakarta Timur Fauzi menegaskan Pemerintah Kota Jakarta Timur mendukung penuh penyelenggaraan Festival Dayung SISPALA. Menurutnya, kegiatan tersebut selaras dengan upaya pemerintah memperluas ruang aktivitas olahraga masyarakat sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan kawasan Banjir Kanal Timur sebagai ruang publik yang produktif.
Fauzi juga menyinggung momentum 500 tahun Kota Jakarta yang akan diperingati pada 2027. Ia berharap Festival Dayung SISPALA dapat menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan menjadi salah satu ikon perayaan Jakarta menuju usia lima abad.
“Kita ingin kegiatan ini terus berkembang. Tahun depan Jakarta memasuki usia 500 tahun, sehingga menjadi momentum yang tepat untuk menghadirkan festival yang lebih meriah, lebih banyak peserta, dan memberikan dampak yang semakin luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Fauzi mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, mengutamakan keselamatan selama berlomba, serta menjaga semangat persaudaraan. Ia optimistis Festival Dayung SISPALA Jakarta 2026 akan menjadi inspirasi bagi tumbuhnya budaya olahraga air yang sehat, kompetitif, dan ramah lingkungan di Jakarta.***