Popular Posts

Kemendes PDT Bersama 10 Asosiasi Desa Perkuat Implementasi Koperasi Merah Putih, Yandri: Kunci Kedaulatan Ekonomi Berawal dari Desa

DETIK65.COM, Jakarta – Komitmen pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi desa terus diperkuat melalui Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menggelar Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026).

Seminar yang mengusung tema “Koperasi Merah Putih untuk Mewujudkan Kedaulatan Ekonomi Rakyat” ini menjadi ajang konsolidasi nasional antara pemerintah dengan berbagai organisasi desa guna memperkuat pemahaman mengenai pelaksanaan Program Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia.

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa dan PDT Ahmad Riza Patria, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, serta Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan besarnya perhatian pemerintah terhadap penguatan ekonomi desa sebagai fondasi pembangunan nasional.

Dalam pelaksanaannya, Kemendes PDT menggandeng sepuluh organisasi yang selama ini menjadi representasi pemerintah desa dan perangkat desa di Indonesia, yakni Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI), Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI), Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Perangkat Desa (DPN PPD), Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI), Komunitas Aparatur Pemerintah Desa dan Kelurahan Indonesia (KOMPAKDESI), Gerakan Masyarakat Desa Nusantara (GEMA DESA), serta APDESI Merah Putih.

Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto mengatakan bahwa sosialisasi Program Koperasi Desa Merah Putih harus dilakukan secara masif agar seluruh kepala desa beserta perangkat desa memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan dan manfaat program tersebut.

Menurutnya, keterlibatan sepuluh asosiasi desa merupakan langkah strategis untuk mempercepat penyebaran informasi sekaligus memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif hingga ke tingkat desa.

“Kami menggandeng 10 asosiasi desa sehingga mereka memahami kebijakan Koperasi Desa Merah Putih. Itu manfaatnya buat desa,” ujar Yandri.

Ia menegaskan bahwa keberadaan koperasi desa bukan sekadar membentuk kelembagaan baru, tetapi menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang mampu menggerakkan perekonomian lokal, memperkuat usaha masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan warga desa secara berkelanjutan.

Yandri juga menyoroti pentingnya pengelolaan Dana Desa yang akuntabel dalam mendukung program tersebut. Menurutnya, seluruh pihak harus bersama-sama mengawal pemanfaatan anggaran agar benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Lebih lanjut, seminar nasional ini diharapkan mampu membangun semangat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah desa, serta organisasi-organisasi desa dalam menyukseskan Program Koperasi Desa Merah Putih. Dengan sinergi yang kuat, desa diyakini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menopang pembangunan nasional.

Melalui penguatan kapasitas aparatur desa dan kolaborasi dengan berbagai asosiasi desa, Kemendes PDT optimistis Program Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan sekaligus memperkokoh kemandirian desa menuju Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan berdaulat secara ekonomi.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *