Popular Posts

Film “Saat Aku Bersuara” Hadirkan Perspektif Baru Soal Isu Kekerasan Seksual di Indonesia

Jakarta, Detik65.com – Film drama hukum “Saat Aku Bersuara” resmi diperkenalkan dalam press conference yang digelar Ahad (14/06/2026). Film ini digarap sutradara sekaligus produser Sonu Samtani bersama penulis naskah Tisa TS, dan dibintangi Marshanda sebagai pemeran utama tokoh Nadia.
Berbeda dari film bertema serupa, “Saat Aku Bersuara” tidak hanya fokus pada trauma, tapi mengangkat cerita dari sisi survivor yang memilih untuk bersuara dan bangkit.
Proses Riset Personal Jadi Kunci Penulisan Skenario
Penulis naskah, Tisa mengungkapkan bahwa riset untuk film ini bukan hal yang mudah.
“Suatu peristiwa yang menghancurkan hidupnya, merenggut hidupnya, impiannya, cintanya, harga dirinya. Risetnya nggak gampang walaupun kelihatannya simple,” ujar Tisa.
Ia melakukan pendekatan personal dengan beberapa narasumber yang dianggap mewakili.
“Pendekatannya harus secara personal, layaknya ngobrol sebagai teman. Nggak boleh seolah-olah mengintrogasi. Dari situ aku berhasil menulis karakter yang diharapkan bisa mewakili banyak perempuan di Indonesia,” jelas Tisa.
Tantangan ini datang langsung dari Pak Sonu dan Bu Sonya.
“Mereka bilang, ‘ayo Tis, sudah saatnya kamu nulis yang beda. Nggak hanya romance unyu-unyu atau horor, tapi sesuatu yang orang lihat bukan hanya sebagai tontonan, tapi juga sebagai tuntutan dan motivasi’,” tambah Tisa.
Film ini disebut sebagai upaya mendobrak pikiran-pikiran kolot yang masih dianggap tabu di Indonesia.
Ide Cerita Dimulai 6 Tahun Lalu
Pak Sonu selaku produser dan sutradara menjelaskan bahwa ide film ini sudah dirancang sejak hampir 6 tahun lalu.
“Dulu kita duduk bersama, kenapa isu sosial penting ini belum pernah diungkapkan dari sisi yang berbeda. Banyak film angkat kekerasan seksual dari sisi traumatik. Kita mau angkat bagaimana kalau perempuannya bersuara, dia bangkit. Itu akan jadi fenomena berbeda,” kata Pak Sonu.
Proses syuting sempat dilakukan di tahun 2020, namun tertunda karena pandemi Covid-19.
“Tapi intinya, kita ingin memberi harapan lewat pandangan para survivor. Kalau mereka bersuara, mereka bisa bangkit,” tegasnya.
Marshanda Dalami Peran Nadia dengan Persiapan Mental dan Riset
Pemeran tokoh Nadia, Marshanda, mengaku melakukan persiapan intens sebelum masuk ke karakter.
“Aku minta banyak input, cari informasi, belajar dari orang-orang yang pernah mengalami. Aku juga reading bareng Pak Sonu, Mas Rifnu, dan para pemain lain,” ujar Marshanda.
Secara mental, ia memilih untuk berserah dan melakukan yang terbaik untuk memerankan Nadia.
“Aku nggak mau nonton film bertema mirip waktu syuting, karena takut jadi mirip. Aku coba peranin keluarnya seperti apa, dan setiap step dibimbing Pak Sonu,” ungkapnya.
Marshanda juga menyadari bahwa setiap survivor punya cerita dan cara berbeda dalam melewati keterpurukan.
Tayang Segera, Dorong Diskusi Publik Soal Isu Sensitif
“Saat Aku Bersuara” diharapkan menjadi ruang diskusi publik untuk isu kekerasan seksual yang selama ini masih dianggap tabu. Dengan pendekatan humanis dan fokus pada kebangkitan survivor, film ini ingin memberi pesan bahwa suara perempuan layak didengar.
Film “Saat Aku Bersuara” dijadwalkan tayang diseluruh bioskop tanah air mulai 18 Juni 2026, ajak sebanyak-banyaknya orang untuk menonton film berkualitas serta memiliki nilai-nilai pendidikan. (Adm/Ymn/Bs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *