Popular Posts

Laba Melonjak Dua Kali Lipat, PGUN Tebar Dividen Tunai Final Rp39,9 Miliar kepada Pemegang Saham

DETIK65.COM, Jakarta – PT PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), emiten perkebunan kelapa sawit yang terafiliasi dengan pengusaha asal Kalimantan Selatan Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam, resmi mengumumkan jadwal pembagian dividen tunai final untuk tahun buku 2025. Dividen tersebut dijadwalkan akan dibayarkan kepada para pemegang saham pada 24 Juni 2026.

Keputusan pembagian dividen disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 21 Mei 2026. Dalam rapat tersebut, perseroan menyetujui pembagian dividen sebesar Rp39,9 miliar atau setara Rp6,97 per saham. Nilai tersebut merepresentasikan 25 persen dari total laba bersih PGUN sepanjang tahun buku 2025 yang mencapai Rp159,3 miliar.

Sementara itu, sisa laba bersih sebesar Rp119,31 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha perseroan ke depan.

Manajemen PGUN menjelaskan, jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 3 Juni 2026, sedangkan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 4 Juni 2026. Untuk pasar tunai, cum dividen ditetapkan pada 5 Juni 2026 dan ex dividen pada 8 Juni 2026.

Adapun daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen akan ditentukan melalui recording date pada 5 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Perseroan menegaskan bahwa pengumuman ini menjadi pemberitahuan resmi kepada seluruh investor tanpa adanya pemberitahuan khusus secara individual.

Selain memutuskan pembagian dividen, RUPST juga menyepakati susunan pengurus perseroan. Pemegang saham kembali menunjuk Liana Saputri sebagai Komisaris Utama dan Indra Surya sebagai Komisaris Independen. Dari jajaran direksi, Jonet Budiarto kembali dipercaya menjabat Direktur Utama bersama Tamlikho sebagai Direktur.

Kinerja positif PGUN sepanjang 2025 menjadi faktor utama di balik keputusan pembagian dividen tersebut. Perseroan berhasil mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp159,3 miliar, melonjak signifikan dibandingkan laba tahun 2024 sebesar Rp79,1 miliar.

Pertumbuhan laba ditopang oleh peningkatan penjualan bersih yang naik dari Rp738 miliar pada 2024 menjadi Rp792 miliar pada 2025. Kontributor utama berasal dari penjualan minyak kelapa sawit (MKS) yang meningkat menjadi Rp694 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp667 miliar.

Selain itu, penjualan inti kelapa sawit (IKS) juga mengalami kenaikan dari Rp68,2 miliar menjadi Rp96,4 miliar. Namun, penjualan cangkang tercatat menurun dari Rp3,2 miliar menjadi Rp1,32 miliar.

Di sisi operasional, PGUN juga mencatat efisiensi biaya. Beban pokok penjualan turun menjadi Rp515 miliar dari sebelumnya Rp519 miliar. Efisiensi tersebut mendorong kenaikan laba bruto menjadi Rp277 miliar serta laba usaha yang melonjak dari Rp150 miliar menjadi Rp224 miliar.

Meski demikian, posisi kas dan setara kas perseroan mengalami penurunan dari Rp14,2 miliar pada akhir 2024 menjadi Rp6,5 miliar pada akhir 2025. Di sisi lain, total ekuitas meningkat menjadi Rp1,91 triliun dibandingkan Rp1,7 triliun pada tahun sebelumnya, sementara liabilitas turun menjadi Rp602 miliar dari Rp846 miliar.

Dengan kondisi tersebut, total aset PGUN hingga akhir Desember 2025 tercatat sebesar Rp2,5 triliun, turun tipis dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp2,6 triliun.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *