1
1
DETIK65.COM, JAKARTA — Jakarta kembali menjadi titik temu pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok melalui penyelenggaraan China International E-commerce Industry Expo (CIEIE) 2026 pada 3–5 September 2026.
Pameran tersebut dipandang memiliki potensi strategi untuk memperkuat Jakarta sebagai pusat perdagangan, investasi, teknologi, dan konektivitas bisnis internasional.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan CIEIE memberikan ruang bagi dunia usaha untuk membangun jaringan dengan perusahaan dan pelaku industri dari Tiongkok.
Rano menekankan bahwa kerja sama ekonomi seharusnya menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara lebih luas. Oleh karena itu, kolaborasi tidak cukup hanya menghasilkan peningkatan perdagangan dan investasi, tetapi juga harus menciptakan peluang baru bagi dunia usaha.
Mulai dari perusahaan berskala besar, industri lokal, startup, hingga UMKM dinilai memiliki kesempatan untuk mendapatkan manfaat dari konektivitas yang dibangun melalui pameran internasional tersebut.
Rano juga menyebut CIEIE dapat membuka akses Jakarta menuju pasar global sekaligus memperkenalkan berbagai perkembangan teknologi dan peluang investasi.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah Pameran Hijau dan Inovasi Tiongkok-Indonesia. Area ini menampilkan berbagai inovasi, termasuk teknologi AI, kendaraan energi baru, dan infrastruktur digital.

Kehadiran sektor-sektor tersebut dinilai sesuai dengan arah pengembangan industri Jakarta yang mengedepankan inovasi, teknologi maju, dan peningkatan daya saing.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus mendorong peningkatan ekspor dan partisipasi industri lokal agar dapat terhubung dengan rantai pasok nasional maupun internasional.
Direktur Dewan Promosi Perdagangan Internasional Tiongkok (CCPIT) Xiong Canxin mengatakan CIEIE memiliki peran penting dalam mempertemukan kebutuhan pasar dan kapasitas industri.
Ia menyebut pameran tersebut telah berkembang selama empat tahun dan menjadi salah satu platform untuk memperkuat perdagangan digital, konektivitas industri, serta pencocokan antara penawaran dan permintaan.
Penyelenggaraan CIEIE 2026 sekaligus berlangsung pada tahun ke-76 hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok.
Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah menambahkan, pameran tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk mempertemukan pelaku bisnis Indonesia dengan perusahaan dan delegasi Tiongkok.
Ia berharap kehadiran lebih banyak pengusaha dan pabrik dari Tiongkok dapat melahirkan kerja sama konkret dengan pemerintah maupun pelaku usaha di Jakarta.
Kerja sama lanjutannya diharapkan mencakup sektor perdagangan, investasi, industri, serta usaha pengembangan sehingga manfaat CIEIE dapat terus dirasakan setelah pameran berakhir.